Monday, June 23, 2008


Malang adalah Kota Pendidikan, lalu mengapa masih banyak yang tidak lulus UNAS?

Sebagai salah salah satu sentra kota pendidikan,peran pemerintah daerah tentu sangat sifnifikan untuk menjaga agar kota ini tetap sebagai trend setternya pendidikan di Indonesia. Akan tetapi sebuah hasil yang mengecewakan masih terjadi di kota malang. Jumlah siswa yang tidak lulus UNAS masih besar. Hal ini tentu saja memberikan pertanyaan bagi kita terhadap kinerja pemkot, terutama dalah hal ini adalah diknas yang bertanggung jawab atas hal ini. Kenapa hal ini bisa terjadi?? Salah satu dari peran pemerintah untuk menjaga entitas kota kita ini sebagai sentra kota pendidikan adalah dengan memberikan dukungan penuh untuk memperbaiki supra dan infrastruktur pendidikan, terutama bagi pendidikan dasar mulai dari SD hingga SMU.

Peruntukan anggaran yang dialokasikan untuk konsumsi publik secara langsung yang meliputi tiga sektor strategis yaitu, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan harus menjadi porsi utama kebijakan pemerintah daerah. Karena tiga aspek inilah yang menunjang kehidupan masyarakat yang paling pokok, sehingga butuh perhatian khusus dari pemerintahan daerah. Kalo kita melihat hal ini dalam realitanya di lapangan, sudahkah diwujudkan oleh pemerintah daerah? Dilihat dari komposisi APBD tahun 2008 yang beberapa waktu lalu telah disahkan, pertanyaan itu sebenarnya bisa kita jawab sendiri. Besarnya anggaran pendapatan dan belanja kota malang
yang mencapai kurang lebih 700M lebih sebagian besarnya hanya di habiskan untuk biaya operasional pemkot.

Sementara untuk belanja langsung yang diperuntukkan untuk konsumsi publik hanya sekitar 30 persen. Dengan demikian, bisa kita nilai bahwa peran pemerintah daerah dalam sektor pendidikan sangat minim kalau tidak bisa kita katakan nihil. Apakah publik kota malang sudah tahu hal itu ??? Padahal kalo kita mau jujur, maka kebutuhan kota malang di sektor pendidikan pada saat ini adalah peran aktif pemerintah daerah yang bernilai positif yang akan menunjang perkembangan sektor tersebut kearah yang lebih baik. Sangat kita sayangkan kalo anggaran sebesar itu sebagian besarnya hanya dihabiskan untuk biaya operasional pemkot. Padahal, kalau kita mau telusuri lebih jauh, porsi anggaran itu belum tentu mendatangkan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat. Kenapa bisa kita katakan demikian? Karena tidak bisa kita hindari, bahwa budaya korupsi yang berlindung dibalik kebijakan sangat gampang untuk dilakukan. Dan kita sebagai masyarakat kota ini tidak banyak yang tahu akan hal itu, karena memang dikemas dengan rapi dan tidak terlihat. Lalu pertanyaannya, akankah hal ini hanya kita biarkan saja? Sebagai masyarakat yang cerdas dan terpelajar tentu saja kita tidak boleh membiarkan hal ini bakal terus terjadi.

Karena kalau hal ini kita biarkan saja, maka bisa kita pastikan entitas kota ini akan hilang secara
berangsur-angsur sebagai akibat dari kebijakan pemerintah yang tidak pro masyarakat tersebut. Peran kita sekarang adalah, memastikan untuk ke depan hal ini tidak terjadi lagi. Kita semua tentu saja sangat menginginkan pemimpin yang benar-benar cinta dan peka terhadap permasalahan rakyatnya yang kemudian diwujudkan pada kebijakannya yang pro terhadap rakyatnya terutama rakyat kecil. Peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu tugas utamanya, tentu saja nantinya akan berdampak langsung terhadap kualitas intelektual masyarakat. Kalau kualitas intelektual masyarakat sudah semakin baik, maka tentu akan berdampak juga pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Pemimpin yang kita butuhkan sekarang adalah yang bisa mewujudkan hal tersebut. Kita sebagai masyarakat kota malang harus benar-benar bisa memastikan bahwa kita kedepan tidak salah dalam memilih pemimpin. Kita tidak ingin kejadian yang menimpa kita sekarang ini akan menimpa kita lagi kedepannya. Jadikanlah kejadian yang menimpa kita saat ini sebagai pelajaran yang akan kita gunakan dalam menetukan pilihan kita kedepannya. Oleh karena itu, agar dalam momen pilkada ini agar kita sebagai masyarakat malang benar-benar bisa mendapatkan sosok pemimpin yang memiliki kriteria paling tepat dalam memimpin kota malang, kita harus memilih pemimpin yang telah teruji kemampuan dan kejujurannya dalam berkarya selama ini. Agar entitas kota malang sebagai sentra kota pendidikan bisa dipertahankan bersama oleh pemerintah maupun kita sebagai masyarakatnya.

Dan akhir kata, menentukan pemimpinnya sendiri bagi masyarakat kota Malang yang sesuai dengan entitas kota kita ini adalah tugas kita dalam pilkada nanti.

Selamat memilih.

No comments: